Showing posts with label PAL. Show all posts
Showing posts with label PAL. Show all posts

Tuesday, 5 September 2017

Senegal Berminat Beli Kapal Buatan PT PAL

Ilustrasi KCR 60 PT PAL [Hindawan H]

Pemerintah Senegal minati kapal buatan PT PAL Indonesia. Hal ini disampaikan Dubes RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran, ketika bertemu dengan Direktur Utama PT. PAL Indonesia, Budiman Saleh, di kantor PT. PAL, Surabaya.

Kapal yang diminati untuk dibeli oleh Pemerintah Senegal adalah 6 kapal perang dan 4 kapal komersial, sebagaimana pernah disampaikan kepada Dubes RI oleh Babacar Ndiaye, Ketua Conseil d’Administration du Conseil Sénégalais des Chargeurs (COSEC), yang telah berkunjung ke PT. PAL beberapa waktu lalu.

Dirut PT. PAL menyampaikan bahwa potensi pasar Afrika yang cukup besar dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki PT. PAL dapat menjadi modal utama untuk bersaing dengan produk-produk negara maju lainnya.

PT. PAL memiliki keunggulan berupa teknologi tinggi, harga kompetitif, dan produk dapat di-customized sesuai pesanan.

Selain itu, citra Indonesia yang sangat baik di Afrika dari kesuksesan penjualan pesawat CN-235 ke Senegal dapat dimanfaatkan untuk melakukan penetrasi pasar produk-produk PT. PAL di Senegal dan negara-negara sekitarnya

 Kesempatan Baik 

Dubes Mansyur juga menyampaikan bahwa Senegal selama ini membeli kapal dari Perancis, dan saat ini merupakan kesempatan baik untuk Indonesia menawarkan kapal PT. PAL dengan keunggulan teknologi tinggi dan harga yang kompetitif.

Pelayanan purna jual produk Indonesia (CN-235) yang sangat baik diapresiasi oleh Pemerintah Senegal sehingga berminat membeli produksi industri strategis Indonesia lainnya. Dubes Mansyur mengharapkan agar PT. PAL serius dalam menindaklanjuti minat Senegal tersebut dan mengajak Dirut dan pejabat PT. PAL untuk berkunjung ke Senegal segera, guna merealisasikan kerja sama tersebut.

Menurutnya, pendanaan pembelian kapal tersebut dapat dijajaki melalui mekanisme pendanaan pihak ketiga dari AD Trade Belgium bekerja sama dengan Eximbank Indonesia.

Dirut Budiman Saleh meyambut baik kedatangan Dubes dan upayanya dalam mempromosikan produk PT. PAL di Senegal dan negara-negara sekitarnya.

Budiman secara singkat menyampaikan profil PT. PAL yang selain membuat kapal juga bekerja sama dengan Turki membuat floating power plant dan kapal selam (bekerjasama dengan Korea) serta menawarkan offshore platform untuk penemuan cadangan minyak di perbatasan Mauritania.

  Poskota  

Thursday, 31 August 2017

PAL Upbeat About Completion of Third Sub

Sublime addition: Indonesian Navy personnel stand on the deck of the KRI Nagapasa 403 at the naval port in Surabaya, East Java, on Monday. The KRI Nagapasa 403, the third and most recent submarine added to the Indonesian Navy, was built by Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering in South Korea.KRI 403 Nagapasa ★

Shipmaker PT PAL Indonesia has expressed confidence that it will be able to deliver a third submarine ordered by the Indonesian Navy on time.

The company has reasons to be upbeat: Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co (DSME) has trained more than 200 Indonesians in South Korea as part of a transfer-of-technology agreement between the two companies.

PT PAL, with the assistance of DSME, is expected to deliver the third submarine in late 2018.

The state-owned shipmaker’s president director, Budiman Saleh, conceded that when working on the first and second Changbogo Class submarines in South Korea, the company made a number of mistakes.

However, none have been made during the building of the third submarine.

This is a historic moment for us, PT PAL, because according to DSME’s supervision, we have made zero mistakes when working on the third submarine in Surabaya,” Budiman said on the sidelines of a ceremony for the third submarines which was held at the grand assembly area of the company’s warship division in Surabaya on Monday.

He added that with the expertise of its employees, PT PAL would be able to independently master submarine-building technology, the highest level of technology in the shipyard industry.

The company is currently working on joining and integrating different sections made separately in DSME’s factory in South Korea into the single hull of a submarine.

DSME won the bid for building three submarines for the Indone- sian Navy. It invited PT PAL Indonesia to take part in the project through a transfer-of-technology scheme.

The government has previously disbursed Rp 1.5 trillion (US$ 112.4 million) through a state capital injection (PMN) scheme that PT PAL used to develop a submarine factory and purchase various supporting equipment needed in the process of joining and integrating the third submarine.

The company uses a five-section joining technique starting from the stern to the bow of the submarine.

If the process succeeds, PT PAL Indonesia will be able to build the fourth, fifth and sixth submarines independently.

We are targeting to produce the fourth, fifth and sixth submarines entirely in PAL,” Budiman said.

In a related development, the Navy chief of staff Adm. Ade Supandi led the ceremony to welcome the arrival of KRI Nagapasa-403 submarine at Ujung Koarmatim pier, Surabaya, from South Korea, after being officially launched by Defense Minister Ryamizard Ryacudu earlier this month.

The KRI Nagapasa-403, according to Ade, was the first of the three submarines built by PT Pal and DSME in South Korea and Indonesia.

The KRI Nagapasa-403 can produce a deterrent effect in the region, improve the Navy’s performance in conducting its tasks and actively strengthen Indonesia’s defense,” Ade said.

The submarine, which was commanded by Lt. Col. Harry Setyawan, traveled from South Korea with 41 crew members on board.

It took 16 days for the 61.3-meter vessel to arrive in Indonesia.

With an underwater speed of about 21 knots, the submarine can travel for more than 50 days and carry 40 crew members.

It is equipped with eight torpedo tubes.

The KRI Nagapasa-403 boasts the latest combat system, an enhanced operating system, nonhull penetrating mast, comfortable accommodation, as well as torpedo launchers capable of launching 533 mm torpedoes and anti-surface ship missiles.

  The Jakarta Post  

Tuesday, 29 August 2017

Indonesia Kembangkan Kapal Selam Mini

Konsep kapal selam mini Indonesia [Panji M]

Indonesia akan membentuk konsorsium untuk mengembangkan kapal selam mini yang ditargetkan selesai pada 2025, kata Deputi Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Wahyu W Pandoe.

"Saat ini konsorsium tersebut sedang dijajaki dan akan dibentuk dalam waktu dekat," katanya di sela Seminar BPPT-Saab "Meraih Pertahanan yang Tangguh melalui Teknologi Pertahanan Bawah Air" di Jakarta, Selasa.

Konsorsium yang akan melibatkan BPPT, TNI, PT PAL, ITS, ITB, PT Risea, dan lembaga lain itu akan mengembangkan industri pertahanan bawah laut guna membangun kemandirian bangsa.

Prototipe kapal selam mini tersebut rencananya dibangun dengan dimensi 32 meter x 3 meter yang mampu menyelam di kedalaman 150 meter di bawah laut selama 2-3 hari dengan kapasitas 11 awak.

"Ini hanya sasaran antara, tujuan berikutnya adalah mengembangkan kapal selam ukuran besar jenis U209. Penguasaan teknologi bawah laut sangat penting untuk negara maritim sehingga harus dimulai dari sekarang," kata Wahyu.

Untuk mengembangkan kapal selam ini, BPPT mulai menjajaki kerja sama dengan Saab, industri pertahanan Swedia yang bersedia melakukan alih teknologi pertahanan bawah air.

Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT Dr Fadilah Hasim mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menguasai teknologi bawah laut.

BPPT, ia menjelaskan, juga memiliki berbagai laboratorium yang mendukung alih teknologi bawah laut seperti Balai Teknologi Hidrodinamika, Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika, Balai Besar Kekuatan Struktur, Balai Teknologi Mesin Perkakas Produksi dan Otomasi, Balai Teknologi Polimer dan Balai Teknologi Termodinamika Motor Propulsi.

"Negara yang mengembangkan teknologi kapal selam tidak banyak di dunia, misalnya AS, Rusia, Perancis, Jepang, dan Korea Selatan dan cukup sulit untuk melakukan alih teknologi, khususnya negara anggota NATO. Sedangkan Swedia karena bukan anggota NATO, sehingga lebih terbuka dalam alih teknologi," katanya.

Manajer Teknologi Saab Kockums Swedia, Roger Berg, mengatakan perusahaannya telah 100 tahun mendesain dan memproduksi kapal angkatan laut dan telah 100 tahun mengembangkan kapal selam serta sedang mengembangkan program kapal selam modern, A26 Kockum Class.

Teknologi kapal selam terbaru yang dikembangkan Swedia adalah kemampuan tinggal di kedalaman laut dalam waktu lama dengan nyaman, kemampuan dalam menghadapi tekanan dan kemampuan mendeteksi ancaman serta penggunaan energi ramah lingkungan, kata Berg.
 

  Antara  

Monday, 28 August 2017

PT PAL Indonesia Percepat Pengerjaan Kapal Pesanan TNI AL

PT PAL Mulai Garap Kapal LPD Pesanan TNI ALAsisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Mulyadi (kedua kanan) mengamati skema pembangunan kapal saat pelaksanaan peletakan lunas (Keel Laying) kapal di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/8). Kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut dengan panjang sekitar 124 Meter dan lebar 21,8 Meter tersebut untuk memperkuat dan mendukung armada Republik Indonesia./Didik Suhartono/zk/17.(antara jatim) ★

PT PAL Indonesia mempercepat proses pengerjaan kapal perang pesanan TNI AL jenis "Landing Platform Dock" (LPD) dengan melakukan "keel laying" (peletakan lunas) lebih cepat dari rencana awal.

Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh di Surabaya, Senin mengatakan dengan percepatan proses peletakan lunas diharapkan proses pengiriman atau penyelesaian kapal kepada pemesan, yakni TNI AL juga lebih cepat pada Oktober 2018 dari target rencana 28 Desember 2018.

Ia mengatakan proses pelaksanaan peletakan lunas kapal saat ini telah melebihi persyaratan minimal yang ditetapkan regulasi MARPOL/SOLAS, dimana untuk tahapan itu disyaratkan berat blok minimal 50 ton atau setara 1 sampai 2 blok saja.

Namun, kata dia, pada saat ini PT PAL Indonesia sudah menyajikan 12 blok kapal sekaligus, atau setara dengan berat hingga 400 ton lebih.

Selain itu, kata Budiman, dari total 5 tahapan proses pembangunan kapal, untuk tahapan ke-2 dilakukan 4 bulan lebih awal dari rencana pada tanggal 28 Desember 2017.

Langkah percepatan, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi pemenuhan target proyek multi years yang sangat ketat, sebab pada akhir tahun 2017 harus mampu mencapai progres minimal yang ditetapkan sebesar 40 persen.

"Pencapaian progres pada akhir Juli 2017 sebesar 21,72 persen dari rencana 11,50 persen, atau surplus 10,22 persen, dan kami optimistis dapat memenuhi target akhir tahun yang telah ditetapkan," katanya.

  Antara  

Kedatangan Kapal Selam Nagapasa Momentum Pembenahan Industri Maritim Nasional

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUX-zLc76O9aJW8TcdAKEQlHHII-uy-zPkbVVe2OUCboDkDQ1mMWOUvKMzir6cnXnzV2_b9Hhi0rEbdI1aUHTK4tclNPGXWfHIhQJfL6H2DZjGO_xdQaUgkTcZGmNsLP6PV_4uAKYz7IFV/s1600/KRI+Nagapasa+403+menjalani+sea+trial+%2528defence.pk%2529.jpgKRI 403 Nagapasa

Pada skala nasional, kedatangan kapal selam KRI Nagapasa 403 hari ini, Senin (28/8) menjadi momentum bagi pembenahan industri maritim dan galangan kapal lainnya di seluruh Indonesia. Industri maritim nasional bisa ikut aktif menyiapkan diri menerima perbaikan kapal selam.

"Kita tidak boleh hanya bertumpu kepada PT PAL. Pemerintah harus membuka kompetisi yang sehat agar tidak dimonopoli PT PAL. Kompetisi industri yang sehat dapat meningkatkan kinerja industri pertahanan," ujar pengamat militer Susaningtyas NH Kertopati yang akrab disapa Nuning di Jakarta, Senin (28/8).

Komentar itu dilontarkan Nuning berkaitan dengan kedatangan kapal selam KRI Nagapasa 403 dari Korea Selatan. Menurut rencana, KRI Nagapasa 403 tiba di Surabaya, hari ini.

Dikatakan, kedatangan KRI Nagapasa 403 juga menjadi akselerator bagi PT PAL untuk berbenah diri menyiapkan sarana dan prasarana pembangunan kapal selam baru. PT PAl juga bisa menyiapkan galangan kapal untuk pemeliharaan dan perbaikan.

PT PAL, kata Nuning, harus mampu menjaga keberlanjutan (sustainability) peralatan KRI Nagapasa 403, baik platform dan permesinan maupun sistem deteksi dan senjata.

Nuning juga mengungkapkan, kedatangan kapal selam pertama dari galangan kapal Korsel itu membuat komposisi kekuatan TNI AL menjadi 3 kapal selam berstatus operasional. Fungsi asasi kapal selam adalah intai taktis-strategis dan pemukul awal.

"Melalui fungsi asasi tersebut, maka pola penggelaran dan pola pengerahan harus difokuskan pada efek penggentar. Pola gelar kapal selam harus berada di pangkalan depan. Sedangkan, pola pengerahan dari pangkalan depan ke daerah operasi atau ke pangkalan aju," ujarnya.

Dengan pola penggelaran dan pola pengerahan yang tepat, maka 1 kapal selam bisa menyebabkan 1 armada kapal lawan terkunci di suatu zona. Artinya, kapal selam dapat melaksanakan blokade laut yang efektif dan efisien. Jika kapal selam dilengkapi kemampuan menyebar ranjau, maka efek penggentar tersebut meningkat beberapa kali. Efek penggentar sebesar itu dalam dunia militer dikenal sebagai salah satu bentuk pshyco warfare atau perang urat syaraf.

"Filosofi penggunaan kapal selam pada masa damai dan masa perang juga berbeda. Penggunaan pada masa damai ditujukan untuk pengumpul data intelijen maritim. Data-data intelijen tersebut dapat diolah dan disampaikan kepada pengguna akhir, yaitu Presiden melalui Badan Intelijen Negara (BIN)," ujarnya.

Presiden dan kabinet, kata Nuning, dapat memanfaatkan data intelijen maritim untuk pengambilan keputusan dalam menentukan kebijakan nasional sesuai visi Poros Maritim Dunia. "Sementara, pada masa perang, kapal selam dapat digunakan terlebih dulu untuk melaksanakan infiltrasi agen intelijen dan atau pasukan khusus," ujarnya.

Dikatakan, dengan kapasitas dan kompetensi tersebut, memang layak kapal selam dinilai sebagai alutsista unggulan TNI di masa depan. "Tepat kiranya pemerintah saat ini meningkatkan postur tempur TNI dengan menambah jumlah kapal selam. Kapal selam KRI Nagapasa 403 adalah alutsista TNI AL terbaru memperkuat jajaran TNI," ujarnya.

Menurutnya, pengadaan KRI Nagapasa 403 masuk di dalam program minimum essential force (MEF) yang telah disetujui oleh pemerintah dan DPR," katanya. Perkuatan kapal selam baru juga untuk mengimbangi antara tuntutan tugas TNI AL untuk pengamanan perairan Indonesia dengan ketersediaan alutsista.

Nuning juga menambahkan, kehadiran KRI Nagapasa 403 yang direncanakan digelar di pangkalan TNI AL Palu untuk ikut mengamankan perairan Blok Ambalat semakin memperjelas kebutuhan pembentukan Komando Armada RI Kawasan Tengah (Koarmateng). Seharusnya, kata dia, Koarmateng terwujud pada 2014 dengan markas komando di Makassar, sedangkan Koarmatim geser ke Sorong.

"Fasilitas sudah 75%, tinggal geser saja, tetapi belum ada izin dari Mabes TNI. Padahal, kebutuhannya sudah mendesak. Prinsipnya, kedatangan alutsista harus dibarengi dengan fasilitas logistiknya, sehingga baik alutsista maupun fasilitas pada akhirnya membutuhkan validasi organisasi, yakni Koarmateng," kata Nuning.

  Berita Satu  

Friday, 25 August 2017

Tanggamus Calon Pusat Industri Alutsista

Ilustrasi [istimewa]

Rencana pemerintah memusatkan industri pertahanan di Lampung terus dimatangkan. Kemarin, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Tanggamus.

Secara khusus, Ryamizard meninjau Kawasan Industri Maritim (KIM). Selain itu, dia juga melakukan anjau silau ke Kebandakhan Limau, Pekon Padangkhatu, Kecamatan Limau.

Turut mendampingi Ryamizard, Dirut PT PAL Budiman, Dirut PT Pindad Abraham Mose, dan Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso. Hadir pula Pangdam II Sriwijaya Mayjen A.M. Putranto, Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel (Inf.) Hadi Basuki, dan Dandenpom II/3 Lampung Letkol CPM Tri Handaka.

Rombongan Menhan disambut Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I. Dia didampingi Dandim 0424 Letkol (Inf.) Hista Soleh Harahap dan Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili.

Sebelum ke rumah adat, Menhan beserta rombongan memantau KIM dengan menggunakan dua helikopter. Yaitu helikopter Bell 429 milik PT Whitesky Aviation dan MI-17 milik TNI Angkatan Darat. Pantauan udara dilakukan sekitar 15 menit.

Dalam sambutannya, Ryamizard mengatakan, industri pertahanan yang ada di Pulau Jawa sudah tak layak. Karenanya, Kemenhan menggelar survei ke beberapa daerah. Tujuannya untuk menentukan lokasi yang cocok guna membangun industri pertahanan.

’’Dan, KIM ini lokasinya cocok. Sebab dari segi lahannya luas, lautnya tidak dangkal, dan tidak terlalu rawan dengan gempa. Cocok untuk membuat pabrik kapal selam. Karena daerah selatan rawan gempa. Sedangkan wilayah lain, lautnya dangkal. Kami akan melaporkan ini kepada presiden,” kata putra daerah Lampung tersebut.

Dikatakannya, produk industri pertahanan Indonesia sudah diakui kualitasnya oleh dunia internasional. Hal itu terbukti dengan adanya beberapa negara yang membeli produk alutsista (alat utama sistem persenjataan) dari Indonesia.

’’Kawasan industri maritim ini nantinya berdiri tiga perusahaan BUMN, yakni PT Pindad, PT PAL, dan PT DI,” terang Ryamizard.

Wabup Tanggamus Samsul Hadi mengatakan, masyarakat telah lama menantikan pembangunan KIM. Yakni terhitung sudah enam tahun. Untuk itu melalui kunker Menhan ini, ia berharap pembangunan KIM dapat segera terealisasi.

’’Kabupaten Tanggamus memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Salah satunya bakal lokasi pembangunan KIM di Batu Balai, Pekon Ketapang, Kecamatan Limau. Untuk itu, kami berharap KIM ini bisa segera dibangun,” kata Samsul.

Dalam anjau silau tersebut, Menhan yang memiliki gelar adat Suntan Tuan Kacamarga menerima secara simbolis surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (sporadik). Surat itu diberikan Suntan Pengikhan Adat II Limau Junait Fihri.

Junait Fihri mengatakan, kunjungan Ryamizard merupakan sejarah di Pekon Padangkhatu. Menurut dia, Kebandakhan Limau yang terdiri dari 62 marga mendukung rencana pemerintah. Hal ini diwujudkan dengan hibah tanah kepada negara seluas 10.500-an hektare (ha).

’’Kami mendukung program pemerintah dalam rencananya untuk membangun kawasan industri maritim yang kebetulan bertempat di pekon kami. Semoga hal ini cepat terealisasi. Karena dengan terealisasinya pembangunan kawasan industri maritim, otomatis berdampak untuk kemajuan pembangunan Provinsi Lampung khususnya Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus,” kata dia.

   Radar Lampung  

Thursday, 24 August 2017

Indonesia Ditargetkan Mandiri Tahun 2045

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berjabat tangan dalam peluncuran buku Komite Kebijakan Industri Pertahanan di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (23/8). Buku yang diluncurkan membahas tiga aspek, yaitu kebijakan strategis pembangunan dan pengembangan industri pertahanan, kebijakan pengendalian dan pengawasan penguasaan teknologi industri pertahanan, serta kebijakan standardisasi kelaikan produk alat peralatan pertahanan keamanan.

Industri pertahanan Indonesia ditargetkan mandiri tahun 2045. Pada tahun itu, minimal 85 persen alat utama sistem persenjataan yang ada di Indonesia berasal dari hasil produksi industri dalam negeri.

Dalam rangka mewujudkan kemandirian alat peralatan pertahanan keamanan (alpahankam), saat ini seluruh pemeliharaan alpahankam dilakukan di dalam negeri. Hal ini juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Sementara untuk alpahankam, pada tahun 2045 ditargetkan 85 persen alpahankam di Indonesia berasal dari dalam negeri. ”Saat ini dari dalam negeri 53 persen besarannya dan untuk tahun 2045 minimal 85 persen. Kami telah identifikasi ada sekitar 1.200 jenis alpahankam yang sebenarnya wajib diproduksi industri pertahanan nasional kita,” kata Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Said Didu dalam acara peluncuran dan bedah buku Kebijakan KKIP di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (23/8).

Buku tersebut berisi kebijakan terkait strategi pengembangan industri pertahanan nasional hingga tahun 2045. Hadir dalam acara peluncuran buku ini Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, petinggi KKIP, dan pimpinan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan. Kebijakan pengembangan industri pertahanan nasional dianggap penting karena akan memengaruhi kemandirian Indonesia dalam hal alutsista.

Kalau sudah punya industri pertahanan yang mandiri, kita tidak akan terpengaruh lagi dengan negara lain. Kita akan memiliki kepercayaan yang sangat tinggi nantinya. Memang untuk industri ini bertahap karena dibutuhkan alih teknologi, peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia), dan sebagainya,” ujar Gatot.

Said menyampaikan, total aset industri pertahanan nasional saat ini sekitar Rp 17,3 triliun, dengan keuntungan (revenue) Rp 11 triliun.

Keuntungan tersebut diperoleh dari penjualan produk militer sebesar 70 persen, produk nonmiliter 15 persen, dan ekspor sebesar 15 persen.

Dalam pembangunan industri pertahanan, KKIP menilai diperlukan peran perguruan tinggi untuk membantu industri pertahanan dalam melakukan penelitian, pengembangan, dan rekayasa inovasi teknologi pertahanan.

Selain itu, dalam rangka mendukung pengembangan industri pertahanan, Kementerian Pertahanan telah menyiapkan 10.000 hektar lahan untuk memindahkan PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, dan PT Pindad. Langkah itu dilakukan karena ketersediaan lahan industri pertahanan nasional dinilai sudah tidak memadai.

Sudah saya siapkan. Yang penting tanahnya dahulu, karena sulit cari tanah. Tempatnya masih rahasia,” ujar Ryamizard. Gatot mengakui lahan PT Pindad di Bandung sudah terlalu kecil.

Mungkin perlu direlokasi ke suatu lokasi yang ada pelabuhan, bandara, dan sebagainya,” ujar Gatot.

   Kompas  

Wednesday, 23 August 2017

Pemerintah Berencana Bangun 12 Kapal Selam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYM8RxCqGBU7r4nVT4sFJxeTVlIw5A4_DT2vd0Z-ilKPtfpqN4Kqkd_fLoVCoTBUSKSGNpC_Mq4EobBGpf5hzoHqkclu9UNDGSVshLdtz-bJML7DGh9mEieDQnT4nDmSwT5lA8Gl6mf-ol/s1600/IMG-403+FKO.jpgKRI 403 & 368 [KRI FKO]

Saat ini KRI Nagapasa (403) yang merupakan kapal selam pertama yang berhasil diproduksi PT. PAL bekerjasama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), tengah dalam perjalanan ke tanah air.

Rencananya kapal selam itu tiba di Indonesia pekan depan.

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyebut setelahnya akan ada dua unit kapal selam lagi yang akan diproduksi yang mana produksi terakhir mayoritasnya adalah hasil karya anak negeri.

Lalu setelah itu akan ada 12 unit lagi yang akan diproduksi.

Nanti yang ketiga di Surabaya (produksinya), selanjutnya kita buat dua belas unit,” ujar Ryamizard Ryacudu kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

KRI Nagapasa adalah kapal selam kelas cakra, yang nilai per unitnya mencapai 1,1 miliar dollar Amerika Serikat (AS) 1.400 ton.

KRI Nagapasa termasuk kapal selam jenis Type 209/140, yang bertenaga disel dan elektrik.

Kapal selam tersebut umumnya menggunakan tenaga disel untuk melaju di permukaan sembari mengisi baterai dan menggunakan tenaga baterai saat melaju di bawah permukaan laut.

Kelebihan dari menggunakan tenaga dari baterai untuk memutar baling-baling saat kapal selam berada di bawah permukaan laut, adalah kapal selam bisa melaju lebih senyap.

Dengan kekuatan 4 x 120-cell batteries, kapal selam tersebut bisa melaju hingga 21,5 knots saat berada di bawah permukaan laut.

Kapal selam yang teknologinya diadopsi dari teknologi Jerman itu, merupakan kapal selam dengan Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accomodation, serta dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan.

Rencanannya kapal selam produksi kedua akan rampung pada tahun ini.

Sementara kapal selam produksi terakhir yang mayoritasnya adalah buah tangan anak negeri, akan rampung pada tahun 2018 ini.

Mengenai proyek selanjutnya yakni produksi 12 unit kapal selam, Ryamizrad Ryacudu belum bisa memastikan waktunya.

Ya bertahap lah, tunggu saja,” katanya.

  Tribunnews  

Monday, 14 August 2017

Kementerian Pertahanan Fokuskan Pembuatan Kapal Selam

Di Dalam NegeriKRI Nagapasa 403 ★

Kementerian Pertahanan memprioritaskan pengembangan teknologi kapal selam buatan dalam negeri.

Hal itu sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo bahwa industri pertahanan dalam negeri harus mandiri.

"Yang prioritas memang ada beberapa poin. Bahwa kami sedang mengembangkan teknologi kapal selam. Dan ini juga kapal selam yang ketiga dibangun di PT PAL," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Widodo usai membuka pameran produk industri pertahanan di Lapangan Bhineka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2017).

Pengembangan kapal selam sebagai prioritas ini merupakan lanjutan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah membuat kapal selam KRI Nagapasa 403.

Dikutip dari Harian Kompas, penamaan dan serah terima kapal selam tersebut dilakukan di dermaga Okpo, Korea Selatan, Rabu (2/8/2017) lalu.

Serah terima Nagapasa 403 itu dilakukan CEO & Presiden Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Co Ltd, Jung Song-leep dan Menhan Ryamizard Ryacudu.

Hadir pula Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi, Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya Didit Herdiawan, dan Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan Sumardjono.

KRI Nagapasa 403 adalah kapal selam pertama yang diterima Indonesia dari tiga kapal selam yang dipesan.

Menurut rencana, dua kapal dibuat di pabrik DSME, sedangkan satu kapal terakhir dibuat di Indonesia (PT PAL) sehingga diharapkan terjadi transfer teknologi.

Pembuatan kapal selam ketiga di PT PAL juga dapat disebut sebagai produksi bersama. "Selanjutnya nanti juga mudah-mudahan pemerintah juga men-support itu untuk kita bisa mandiri," kata Widodo.

Selain teknologi kapal selam, lanjut Widodo, industri pertahanan dalam negeri juga akan fokus dalam pembuatan peluru kendali, tank berukuran sedang dan roket yang telah menjadi program nasional.

"Itu semua juga kami kembangkan agar tidak tergantung lagi oleh negara lain khususnya peluru kendali ini," ucap Widodo.

  Kompas  

Saturday, 12 August 2017

Republik Guinea Bissau Tertarik Alutsista Indonesia

Penandatanganan MoU antara Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Guinea Bissau (Foto:Kemhan)

M
enteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Republik Guinea Bissau, Eduardo Costa Sanha, di kantor Kementrian Pertahanan di Bissau, Republik Guinea Bissau, Senin (7/8).

Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas mengenai penjajagan penjualan alutsista produksi Indonesia, seperti kapal patroli lepas pantai atau Offshore Patrol Vessel (OPV) dari PT PAL Indonesia dan tank ringan Armoured Personal Carrier (APC) produksi PT Pindad.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjExLh80Gr_cwTNv7OMzWy21e3-9Um4viIywPN3_whbuNbNZNKv8fnLtXHMS4gm0Z0shcy3wfPhhZbUmLAXw_QJf7J8VSuJwh_GE_0WgZFCNlGtB5HyqVYJUobdDre4AQEyMSJ3dK4SLGE9/s1600/KRI+628+RAN.jpgKCR 60 produk PT PAL [TNI AL]

Seperti diketahui, OPV yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia merupakan kapal patroli lepas pantai multifungsi yang menangani tugas-tugas sipil seperti penanganan bajak laut, illegal fishing, penyelundupan, imigran gelap, penanganan kecelakaan dan atau tumpahan minyak, pengawasan perbatasan dan fungsi lainnya.

Sedangkan Tank Ringan buatan PT Pindad yang ditawarkan adalah kendaraan lapis baja ringan yang mampu mengangkut 10 prajurit dan mampu menjelajah medan perang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgULhSTZOsuRXW67-FPtrDAN3KK1LeX74F9hBnnPQRejSMi8QpPKIdV-rfBnYkoDfthT_G7u2CS2osjR4gOXMLl8uhi2kShCja0Qosuo_BCw6_atSBcUsXDr5PgeLwnj1nWKzFEPnABmgfV/s1600/Anoa+PBB+Konga.jpgAnoa APC produk Pindad [def.pk]

Dalam pertemuan ini juga dilaksanakan penandatanganan Nota kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Pertahanan Republik Guinea Bissau untuk meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara di bidang pertahanan keamanan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu juga mengadakan kunjungan kehormatan dengan Perdana Menteri Guinea Bissau, Umaro Sissoko Embalo di kantor Perdana Menteri Guinea Bissau.

  Rayapos  

Wednesday, 9 August 2017

Republik Indonesia dan Republik Guinea Bissau Sepakati Jalin Kerja Sama Pertahanan

Republik Indonesia menandatangani kesepatakan dengan Republik Guinea Bissau untuk menjalin kerja sama di bidang pertahanan. Kesempatan tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah Letter of Inttent (LoI) oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu dengan Menteri Pertahanan Republik Guinea Bissau Eduardo Casta Sanha.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Republik Guinea Bissau Jenderal Umaro Sissoko Embalo, Senin (7/8) di kantor Perdana Menteri Republik Guinea Bissau, Bissau. Melalui pendantanganan naskah LoI ini diharapkan kesepatakan kerja sama pertahanan yang telah resmi dijalin antara Republik Indonesia dan Republik Guinea Bissau segera ditindaklanjuti ke tingkat yang lebih mendalam dan konkrit.

Menhan RI mengatakan, guna menghadapi perkembangan geopolitik dan geostrategi baik global dan regional yang semakin kompleks, Indonesia menilai pentingnya untuk memperkuat hubungan hubungan kerja sama pertahanan dengan negara-negara sahabat seperti Republik Guinea Bissau.

Dengan telah ditandatanganinya kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Republik Guinea Bissau ini, Indonesia berharap dapat memperkuat kerja sama bilateral kedua negara berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan dan penghormatan penuh atas kedaulatan dan integritas territorial.

Selanjutnya, Menhan RI lebih lanjut menjelaskan sebagai langkah konkrit untuk menindaklajuti kesepakatan kerja sama ini, maka kedua negara melalui Kemhan dari masing –masing akan membentuk working group yang salah satunya membahas rencana kerja sama dalam pengadaan Autsista dari RI oleh Guinea Bissau.

Republik Indonesia dan Republik Guinea Bissau Sepakati Jalin Kerja Sama PertahananSementara itu Perdana Menteri Guinea Bissau mengungkapkan pihaknya menyambut gembira atas kesepakatan yang telah dicapai kedua negara untuk memperkuat kerja sama bilateral khususnya di bidang pertahanan. “Kami sangat gembira dan Pemerintah Guinea Bissau akan melakukan yang apa saja yang terbaik untuk kerja sama yang telah disepakati saat ini. Dan kita juga terbuka untuk membangun kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang”, ungkapnya.

Perdana Menteri Guinea Bissau juga menyampaikan apresiasi kepada Menhan RI karena kedatangannya ke Guinea Bissau tidak hanya bersama delegasi militer, tetapi juga dengan delegasi dari industri pertahanan Indonesia yang diakunya telah memiliki kapasitas dan kemampuan tidak diragukan lagi.

Setelah kesepakatan ini ditandatangani, pemerintah Guinea Bissau melalui Menhannya akan segera merespon dengan baik dengan berkunjung ke Jakarta guna membicarakan lebih lanjut peluang-peluang kerja sama pertahanan yang menguntungkan bagi kedua negara.

Turut mendampingi Menhan RI dalam kesempatan tersebut, sejumlah pejabat Kemhan antara lain Direktur Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan Dr. Sutrimo Sumarlan, Direktur Kerja Sama Internasional Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirkersin Ditjen Strahan) Kemhan Brigjen Rizerius Eko. Selain itu, Menhan RI juga didampingi pimpinan Industri Pertahanan Dalam Negeri yakni Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh dan Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose.

Sebelum penandatangan kesepatan kerja sama pertahanan tersebut, Menhan RI juga berkesempatan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Guinea Bissau dengan didampingi masing-masing delegasi guna membicarakan peluang – peluang dan upaya penjajakan kerja sama pertahanan kedua negara telah resmi dijalin oleh kedua negara. Sebelumnya Menhan RI juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Menhan Republik Guinea Bissau.

  ✈️ Jurnal Patroli  

Saturday, 5 August 2017

Dalami Kompetensi PAL INDONESIA

Kapabilitas dan Kompetensi PT PAL INDONESIA (Persero) menggema sejak sukses membangunan Kapal Perang Ekspor Perdana ke Filipina. Puluhan orang Peneliti dan Militer Negara-negara ASEAN yang tergabung dalam Network of Asean Defence and Security Institution (NADI) berkunjung ke PT PAL INDONESIA (Persero) Kamis Pagi (27/07). Bersama dengan delegasi Universitas Pertahanan, rombongan NADI diterima di Rupat 4 PIP langsung oleh Direktur Pembangunan Kapal, Turitan Indaryo beserta jajaran manajemen. Selama kunjungan, para delegasi dengan antusias menyerap informasi yang tersampaikan pada paparan video profile perusahaan dan diskusi singkat.

Direktur Pembangunan Kapal, Turitan Indaryo menuturkan rasa terima kasih atas kunjungan para peneliti dan militer pertahanan dan keamanan Asean. “Kami berterima kasih pada Kunjungan para ahli pertahanan dan keamanan negara-negara Asean” ujarnya. Kedatangan NADI ini membuktikan bahwa Insan PAL INDONESIA telah mengharumkan dan membanggakan Nama Bangsa ke Dunia Internasional. Turitan menambahkan keberhasilan ini merupakan kerja keras dan dedikasi tinggi para Insan PAL INDONESIA dalam membangun produk dalam negeri yang berkualitas.

Kepala Rombongan UNHAN & NADI, Laksamada Muda TNI Supartono menuturkan kegembiraanya dalam penyambutan yang luar biasa ini. “Kami berterima kasih atas sambutannya, dan kunjungan ini sangat membantu kami dalam menjelaskan kapabilitas Industri pertahanan dalam negeri” tegas wakil rektor II Universitas Pertahanan. Supartono menjelaskan kunjungan NADI ke Indonesia setiap tahunnya bergiliran di 5 Negera yang tergabung dalam ASEAN. Banyak kegiatan salah satunya mengadakan Workshop/Seminar dan kunjungan ke Industri Pertahanan.

PT PAL INDONESIA (Persero) sebagai salah satu Industri Strategis Pertahanan Matra Laut, memegang peranan penting dalam perekonomian. Dengan berkaryanya Industri Pertahanan tertutama Galangan Kapal, maka Industri Pendukung juga akan berkembang dan mampu menjalankan roda perekonomian.

  ⚓️ BUMN  

Thursday, 27 July 2017

Athan Inggris Tawarkan Kerjasama Dengan PT PAL

Produk berkualitas yang membanggakan dan mengharumkan nama Bangsa telah sukses diproduksi Insan PAL Indonesia. Strategic Sealift Vessel (SSV) sebagai kapal perang ekspor perdana yang berhasil di serahkan ke Kementerian Pertahanan Filipina.

Hal ini membuat banyak Negara menengok PT PAL Indonesia (Persero) untuk melihat dan mengkaji peluang potensi yang dapat dikerjasamakan. Inggris, sebagai salah satu negara adidaya dan berteknologi kemaritiman yang handal, melihat potensi pada PT PAL Indonesia (Persero) untuk berkolaborasi bersama.

Atase Pertahanan Colonel Adrian H Campbell-Black bersama tim diterima Direktur Utama PT PAL INDONESIA (Persero) Budiman Saleh, Direktur Pembangunan Kapal-Turitan Indaryo, Kepala Perencana Strategis Perusahaan-Tjahyono Yudo & Sekretaris Perusahaan-Elly Dwirat Manto. Andrian menyampaikan bahwa melalui industri Komponen yang berlokasi di Inggris ingin menawarkan kerjasama strategis dalam proyek pembangunan Kapal yang akan sedang dan dibangun PT PAL INDONESIA (Persero).

Kami bahagia telah diterima, kami melihat potensi peluang kerjasama dengan PT PAL kedepan” ujarnya. Komponen yang ditawarkan adalah Teknologi Sistem Komunikasi dan Navigasi, yang merupakan salah satu kebutuhan premier untuk operasional sebuah Alat Transportasi.

Direktur Utama Budiman Saleh mengungkapkan kami membuka diri untuk semua kerjasama untuk potensi pasar dalam negeri dan luar negeri. “Kami tidak menentukan dengan siapa kami bermitra. Namun yang harus dipenuhi dalam bermitra dengan kami adalah penyesuaian dan kepatuhan pada Undang-Undang 16 Tahun 2012” tegasnya.

Saleh menambahkan selain dari kepatuhan pada perundang-undnagan juga turut mendukung keterpenuhinya tingkat kandungan komponen dalam negeri. kami yakin akan berhasil dalam menjaring minat pasar dalam negeri dan luar negeri sesuai dengan kapasitas kami dalam menghasilkan produk yang berkualitas.

  BUMN  

Friday, 21 July 2017

Angkatan Laut SINGAPURA Kagumi Kompetensi PT PAL

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD6aeN_ml3Gg6PDD6OnVTRk-USTOacBhVq9Cxsp-skivDtnrJEHlRA7RKBq7rbof5MioELgwPXJ25YWQ-LK4zizxx5vKjqF5CU2GRtRj2tUxkb4yQrOJV7VgNqTau4T-esVZtGWE9ny3E/s1600/25072014+KRI+Clurit+641.jpg6 Perwira Junior ini diketuai Asisten Atase Pertahanan Singapura Letkol Senior George Goh kunjungi PT PAL. (Pen PT PAL) ☆

Kunjungan Tim Delegasi Program Pertukaran Perwira Junior (Junior Officer Exchange Programme (JOEP)) Angkatan Laut Singapura ke Surabaya, juga berkesempatan berkunjung ke PT PAL Indonesia (Persero).

6 Orang Orang Perwira Junior ini diketuai Asisten Atase Pertahanan Singapura Letkol Senior George Goh. Diterima Kepala Perencanaan Strategis Perusahaan-Tjahyono Yudo, Kepala Divisi Bisnis dan Pemasar-Iman Sulaiman serta Kepala Divisi Kapal Niaga-Satrio Bintoro di Rupat Besar lantai dasar Gedung PIP PT PAL Indonesia (Persero) Rabu Pagi (19/07), ingin menyaksikan dan bertukar pikiran terkait Kompetensi dan Kapabilitasnya dalam capaian Teknologi Kemaritiman yang dicapai.

Dalam sambutannya Tjahyono menyampaikan bahwa PT PAL Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Miliki Negara yang 100% sahamnya dimiliki oleh Negara, dengan 4 lini bisnis Pembangunan Kapal Perang, Kapal Niaga, Pemeliharaan kapal dan non kapal, serta Rekayasa umum dan saat ini ditambah 1 lini bisnis lagi adalah pembagunan kapal selam yang saat ini sedang melaksanakan joint section kapal selam.

Dalam sambutan balasan Asisten Atase Pertahanan Singapura untuk Indonesia Letkol Senior George Goh penyampaikan appresiasi dan sangat bergembira dapat diberi kesempatan untuk dapat berkunjung ke PT PAL Indonesia yang memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai Industri perkapalan di Indonesia.

Diskusi berlangsung dengan penuh kehangatan dan sangat antusias seperti, “Begitu cepat PT PAL melakukan lompatan teknologi, Apa saja kendala yang dijumpai dalam mencapai atau menguasai capaian teknologi yang cukup signifikan dalam menghasilkan kapal yang berkualitas? Dimulai pembangunan Fast Patrol Boat (FPB), Kapal Cepat Rudal (KCR), Sigma Class (PKR), Strategic Sealift Vessel (SSV) hingga Kapal Selam?” tanyanya pada diskusi tersebut.

Kepala Perencana Strategis Perusahaan, Tjahyono Yudo menjawab pencapaian teknologi kemaritiman yang dikuasai Insan PAL Indonesia adalah kesatuan kerjasama antar Insan PAL dalam menguasainya, melalui transfer of technology.

Perwira Junior menimpali dengan pertanyaan, Apakah ada keterkaitan dengan lembaga pendidikan pada penerapan teknologi yang dikuasai PT PAL Indonesia (Persero).

Yudo menuturkan, pada pada proses bisnis, perusahaan juga turut mengikutsertakan perwakilan Lembaga/ Institusi Pendidikan dengan memberikan tempat Praktek kerja sebagai aplikasi ilmu yang diterima di bangku pendidikan.

Disamping tentunya lokasi PT PAL sangat dekat dengan ketersediaan SDM yang ada disekitar lokasi dengan adanya universitas yang banyak mensuplai SDM Handal.

PAL juga memiliki Training Center untuk men-skill up SDM yang ada, ditambah lagi PAL juga mempunyai Sekolah Teknik Kejuruan (mencetak tenaga trampil).

Diskusi pun berlanjut pada kunjungan lapangan di Bengkel Divisi Kapal Niaga. Sebagai galangan yang handal dengan produk yang berkualitas, Insan PAL Indonesia secara terus-menerus meningkatkan kompetensi dan inovasinya.

  BUMN