Showing posts with label PINDAD. Show all posts
Showing posts with label PINDAD. Show all posts

Tuesday, 12 September 2017

Tank Hasil Kerja Sama Indonesia - Turki akan Ikut Parade HUT TNI

Prototype Medium Tank tiba di Indonesia pada 23 September mendatangMWWT [FNSS]

Prototype Medium Tank hasil kerja ama Pemerintah Indonesia dan Turki diperkirakan tiba di Indonesia pada 23 September mendatang.

Vice President Technologi and Development PT Pindad, Heru Puryanto mengatakan medium tank tersebut dalam proses pengiriman menggunakan jalur laut. Namun, kata dia, Indonesia nantinya hanya menerima bagian platform atau bagian bawah mesin dari Medium Tank.

Sekarang prototype pertama sedang dikapalkan ke Indonesia untuk ikut parade HUT TNI 5 Oktober dan sekarang masih dalam perjalanan. Tapi kita sedang menunggu solusi bagaimana datang lebih cepat,” ujar Heru kepada Anadolu Agency, Sabtu (9/9).

Untuk melengkapi Medium Tank tersebut nantinya kata Heru, PT Pindad akan memasang dan merakit bagian turret atau meriam dan juga sistem komunikasi.

Dan itu hanya platform saja tanpa turret dan Radio. Setelah prototype itu datang kita integrasikan,” tambah Heru.

Dia menjelaskan, agar dapat beroperasi maksimal, Medium Tank nantinya akan melalui uji final yang dilakukan pada November 2017 mendatang.

Sementara itu, prototype kedua Medium Tank yang dibuat di Indonesia saat ini masih dalam proses pembuatan dengan rencana tahap uji final pada 2018.

Prototype kedua yang dibuat di Indonesia direncanakan kita assembly selesai 2017. Tapi belum dites karena prototype pertama belum dites. Final tes baru di November. Setelah itu baru akan diterapkan di Indonesia,” sebutnya.

Indonesia dan Turki sepakat untuk bekerja sama membuat prototype tank melalui PT Pindad dengan perusahaan produsen alutsista Turki, FNSS Savunma Sistemleri.

Prototype pertama akan dibuat di Turki dan prototype kedua akan dibuat di Indonesia.

Setelah launching pada 5 Oktober nanti, PT Pindad menargetkan produksi medium tank ini sebanyak 20 unit pada 2018 mendatang.
 

  Tribunnews  

Saturday, 9 September 2017

Turkish-Indonesian Tank Project Prototype in Finishing Stage

Pindad-FNSS Medium tank

T
he proptotype of a Turkish-Indonesian project to manufacture the KAPLAN battle tank in Indonesia will be displayed at the Army Day military parade in Indonesia in October 2018.

Turkish armored-vehicle manufacturer FNSS and Indonesian PT Pindad have been working on producing the KAPLAN tank in Indonesia following an agreement in 2015 and work on the prototype is in the finishing stages, Anadolu agency reported Friday.

Defense officials from Turkey and Indonesia recently discussed the progress of a cooperation agreement, including an ongoing project to produce a medium-weight battle tank, Indonesian sources said Friday as quoted by Turkey’s Anadolu Agency.

Director General of Defense Potential for Indonesia Sutrimo Sumarlan was quoted as saying by Anadolu Agency, “this is the sixth annual Defense Industry Cooperation Meeting where we evaluated the progress of mutually beneficial agreements. We also exchanged information and introduced products created by each country’s defense industry.

In addition to the KAPLAN tank project, “Turkey has offered design and technology cooperation for type-214 submarines,” said Sumarlan.

Sumarlan further stated that Ankara had discussed with Jakarta the joint production of medium-altitude long endurance (MALE) unmanned aircraft.

  defenseworld  

Wednesday, 6 September 2017

RI dan Turki Bahas Peningkatan Industri Pertahanan

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Soetrimo bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan Turki Ismail Demir, di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (6/9/2017).

Dalam pertemuan bertajuk The 6th Defence Industry Cooperation Meeting, keduanya membahas mengenai kerja sama antara Indonesia dan Turki pada bidang industri pertahanan.

Seperti dikutip dari keterangan pers Kementerian Pertahanan, Indonesia memandang Turki sebagai partner yang sangat penting.

Pertemuan tersebut menunjukkan peran Turki sebagai partner strategis Indonesia sangat besar.

Pada pameran industri pertahanan IDEF 2016 di Istanbul, Indonesia dan Turki meluncurkan Medium Tank Kaplan, hasil kerja sama PT Pindad dengan FNSS.

Soemitro mengatakan, kerja sama antara Indonesia dan Turki semakin kuat setelah kunjungan Presiden Turki ke Indonesia pada 2011 dan 2015.

Pada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ankara, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang kedirgantaraan dan alat komunikasi.

Terkait dengan kerja sama industri persenjataan dan pertahanan, Indonesia mengapresiasi komitmen kuat Menhan Turki, baik dalam kerangka government to government maupun business to business. Hal tersebut diharapkan akan meningkatkan kemampuan industri pertahanan Indonesia,” ujar Soetrimo.

Saat ini, Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Pertahanan Turki sedang menjajaki penyusunan Defence Cooperation Agreement (DCA) sebagai payung hukum kerja sama pertahanan.

Pihak Indonesia sudah mengirimkan draf DCA tersebut dan tinggal menunggu persetujuan dari pihak Turki.

  Kompas  

Friday, 25 August 2017

Tanggamus Calon Pusat Industri Alutsista

Ilustrasi [istimewa]

Rencana pemerintah memusatkan industri pertahanan di Lampung terus dimatangkan. Kemarin, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Tanggamus.

Secara khusus, Ryamizard meninjau Kawasan Industri Maritim (KIM). Selain itu, dia juga melakukan anjau silau ke Kebandakhan Limau, Pekon Padangkhatu, Kecamatan Limau.

Turut mendampingi Ryamizard, Dirut PT PAL Budiman, Dirut PT Pindad Abraham Mose, dan Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso. Hadir pula Pangdam II Sriwijaya Mayjen A.M. Putranto, Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel (Inf.) Hadi Basuki, dan Dandenpom II/3 Lampung Letkol CPM Tri Handaka.

Rombongan Menhan disambut Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I. Dia didampingi Dandim 0424 Letkol (Inf.) Hista Soleh Harahap dan Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili.

Sebelum ke rumah adat, Menhan beserta rombongan memantau KIM dengan menggunakan dua helikopter. Yaitu helikopter Bell 429 milik PT Whitesky Aviation dan MI-17 milik TNI Angkatan Darat. Pantauan udara dilakukan sekitar 15 menit.

Dalam sambutannya, Ryamizard mengatakan, industri pertahanan yang ada di Pulau Jawa sudah tak layak. Karenanya, Kemenhan menggelar survei ke beberapa daerah. Tujuannya untuk menentukan lokasi yang cocok guna membangun industri pertahanan.

’’Dan, KIM ini lokasinya cocok. Sebab dari segi lahannya luas, lautnya tidak dangkal, dan tidak terlalu rawan dengan gempa. Cocok untuk membuat pabrik kapal selam. Karena daerah selatan rawan gempa. Sedangkan wilayah lain, lautnya dangkal. Kami akan melaporkan ini kepada presiden,” kata putra daerah Lampung tersebut.

Dikatakannya, produk industri pertahanan Indonesia sudah diakui kualitasnya oleh dunia internasional. Hal itu terbukti dengan adanya beberapa negara yang membeli produk alutsista (alat utama sistem persenjataan) dari Indonesia.

’’Kawasan industri maritim ini nantinya berdiri tiga perusahaan BUMN, yakni PT Pindad, PT PAL, dan PT DI,” terang Ryamizard.

Wabup Tanggamus Samsul Hadi mengatakan, masyarakat telah lama menantikan pembangunan KIM. Yakni terhitung sudah enam tahun. Untuk itu melalui kunker Menhan ini, ia berharap pembangunan KIM dapat segera terealisasi.

’’Kabupaten Tanggamus memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Salah satunya bakal lokasi pembangunan KIM di Batu Balai, Pekon Ketapang, Kecamatan Limau. Untuk itu, kami berharap KIM ini bisa segera dibangun,” kata Samsul.

Dalam anjau silau tersebut, Menhan yang memiliki gelar adat Suntan Tuan Kacamarga menerima secara simbolis surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (sporadik). Surat itu diberikan Suntan Pengikhan Adat II Limau Junait Fihri.

Junait Fihri mengatakan, kunjungan Ryamizard merupakan sejarah di Pekon Padangkhatu. Menurut dia, Kebandakhan Limau yang terdiri dari 62 marga mendukung rencana pemerintah. Hal ini diwujudkan dengan hibah tanah kepada negara seluas 10.500-an hektare (ha).

’’Kami mendukung program pemerintah dalam rencananya untuk membangun kawasan industri maritim yang kebetulan bertempat di pekon kami. Semoga hal ini cepat terealisasi. Karena dengan terealisasinya pembangunan kawasan industri maritim, otomatis berdampak untuk kemajuan pembangunan Provinsi Lampung khususnya Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus,” kata dia.

   Radar Lampung  

Thursday, 24 August 2017

Indonesia Ditargetkan Mandiri Tahun 2045

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berjabat tangan dalam peluncuran buku Komite Kebijakan Industri Pertahanan di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (23/8). Buku yang diluncurkan membahas tiga aspek, yaitu kebijakan strategis pembangunan dan pengembangan industri pertahanan, kebijakan pengendalian dan pengawasan penguasaan teknologi industri pertahanan, serta kebijakan standardisasi kelaikan produk alat peralatan pertahanan keamanan.

Industri pertahanan Indonesia ditargetkan mandiri tahun 2045. Pada tahun itu, minimal 85 persen alat utama sistem persenjataan yang ada di Indonesia berasal dari hasil produksi industri dalam negeri.

Dalam rangka mewujudkan kemandirian alat peralatan pertahanan keamanan (alpahankam), saat ini seluruh pemeliharaan alpahankam dilakukan di dalam negeri. Hal ini juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Sementara untuk alpahankam, pada tahun 2045 ditargetkan 85 persen alpahankam di Indonesia berasal dari dalam negeri. ”Saat ini dari dalam negeri 53 persen besarannya dan untuk tahun 2045 minimal 85 persen. Kami telah identifikasi ada sekitar 1.200 jenis alpahankam yang sebenarnya wajib diproduksi industri pertahanan nasional kita,” kata Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Said Didu dalam acara peluncuran dan bedah buku Kebijakan KKIP di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (23/8).

Buku tersebut berisi kebijakan terkait strategi pengembangan industri pertahanan nasional hingga tahun 2045. Hadir dalam acara peluncuran buku ini Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, petinggi KKIP, dan pimpinan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan. Kebijakan pengembangan industri pertahanan nasional dianggap penting karena akan memengaruhi kemandirian Indonesia dalam hal alutsista.

Kalau sudah punya industri pertahanan yang mandiri, kita tidak akan terpengaruh lagi dengan negara lain. Kita akan memiliki kepercayaan yang sangat tinggi nantinya. Memang untuk industri ini bertahap karena dibutuhkan alih teknologi, peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia), dan sebagainya,” ujar Gatot.

Said menyampaikan, total aset industri pertahanan nasional saat ini sekitar Rp 17,3 triliun, dengan keuntungan (revenue) Rp 11 triliun.

Keuntungan tersebut diperoleh dari penjualan produk militer sebesar 70 persen, produk nonmiliter 15 persen, dan ekspor sebesar 15 persen.

Dalam pembangunan industri pertahanan, KKIP menilai diperlukan peran perguruan tinggi untuk membantu industri pertahanan dalam melakukan penelitian, pengembangan, dan rekayasa inovasi teknologi pertahanan.

Selain itu, dalam rangka mendukung pengembangan industri pertahanan, Kementerian Pertahanan telah menyiapkan 10.000 hektar lahan untuk memindahkan PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, dan PT Pindad. Langkah itu dilakukan karena ketersediaan lahan industri pertahanan nasional dinilai sudah tidak memadai.

Sudah saya siapkan. Yang penting tanahnya dahulu, karena sulit cari tanah. Tempatnya masih rahasia,” ujar Ryamizard. Gatot mengakui lahan PT Pindad di Bandung sudah terlalu kecil.

Mungkin perlu direlokasi ke suatu lokasi yang ada pelabuhan, bandara, dan sebagainya,” ujar Gatot.

   Kompas  

Wednesday, 16 August 2017

Pemerintah Targetkan Ekspor Alutsista pada 2019

✈ Medium tank hasil kerjasama FNSS dan Pindad [FNSS]

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan) menargetkan ekspor alat utama sistem pertahanan (alutsista) pada 2019. Untuk itu, PT Pindad sebagai BUMN yang memproduksi alutsista agar mampu menghasilkan inovasi produk yang dibutuhkan oleh Indonesia maupun negara lain.

Sekertaris Jenderal Kemenhan RI, Widodo menerangkan selama ini produk Pindad sudah digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahkan sudah mulai mengekspor alutsista ke manca negara.

"Pertama target kita memenuhi kebutuhan TNI dan kementerian kemudian pesanan dari negara-negara di Asia Tenggara bahkan negara lain di dunia," katanya kepada wartawan di kantor Pindad, Bandung, Selasa (15/8/2017).

Widodo menilai banyaknya pesanan produksi buatan Pindad oleh manca negara merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi BUMN yang belokasi di Bandung tersebut.

"Ini tantangan bagi Pindad untuk lebih mandiri mulai dari pembuatan bahan, pengemasan dan pemasaran produk alutsista ke manca negara," ungkapnya.

Widodo mengaku PT Pindad sekarang tengah menggarap pesanan dari Uni Emirat Arab berupa 100 juta amunisi kaliber kecil. Namun, belum bisa terpenuhi karena Pindad harus membeli beberapa mesin produksi lagi agar bisa memenuhi pesanan tersebut.

"PT Pindad harus membeli alat produksi lagi agar bisa memenuhi pesanan UEA," tegasnya.

Ada beberapa pesanan alutsista lain seperti medium tank yang telah dipesan oleh beberapa negara terutama dari negara Timur Tengah.

Perakitan medium tank ini merupakan kerja sama antara PT Pindad dan Turki. Direncanakan pertengahan September 2017 Prototypenya akan didatangkan ke Indonesia dan diharapkan bisa ditampilkan pada 5 Oktober bertepatan dengan hari jadi TNI.

"Ini tantangan dari PT Pindad terutama produk buatan Indonesia ini harus dicintai oleh bangsa sendiri, sehingga nanti kalau sudah nyaman jika diekspor keluar juga akan lebih mudah," tuturnya.

Selain itu, Dikatakan Widodo produksi medium tank ini diperuntukan bagi TNI yang disesuaikan dengan kontur wilayah Indonesia. Hingga kini Kemenhan masih mengkoordinasikan kebutuhan medium tank untuk TNI.

"Hingga saat ini kebutuhan medium tank untuk TNI masih kita diskusikan," pungkasnya.

  Warta Ekonomi  

Monday, 14 August 2017

‘SS2 V7 Subsonic’ PT Pindad

Siap Diproduksi MassalSS2 V7 Subsonic ★

Salah satu produsen alat utama sistem pertahanan (Alutsista) Indonesia, PT Pindad turut memamerkan senjata laras panjang dan pistol terbarunya pada ajang Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Makassar, Sulawesi Selatan. Di antara beragam Alutsista yang dipamerkan, penampakan SS2 V7 Subsonic buatan tahun 2016 menjadi yang paling banyak menyita perhatian pengunjung.

SS2 V7 Subsonic didesain untuk operasi pengintaian. Senjata dengan kaliber khusus tersebut mampu melesatkan peluru yang nyaris tak terdengar saat keluar dari larasnya. SS2 V7 Subsonic ini akan menjadi Alutsista andalan TNI dan Polri. “Segera diproduksi massal dan tentunya TNI dan Polri sudah memesan sesuai dengan anggaran pertahanannya masing-masing,” ucap Kepala Departemen Korporat Komunikasi PT Pindad Komarudin.

Senjata laras panjang lain yang dipamerkan yakni SPR 3 kaliber 62 mm, SS2 V1 Heavy Barrel. PT Pindad juga membawa empat varian pistol yang sudah dipasarakan di berbagai negara dan satuan elite TNI dan Polri. Yakni pisto G2 Elite, G2 Combat, G2 Premium dan MAG4. “Tapi yang menerapkan teknologi paling baru dari hasil riset inovasi kami adalah SS2 V7 Subsonic,” katanya.

Ia menuturkan, riset untuk membuat SS2 V7 Subsonic membutuhkan waktu lebih dari setahun. Proses pengembangan teknologinya cukup rumit karena PT Pindad belum memiliki 100 persen raw material untuk membuat senjata tersebut. Namun, dengan keyakinan dan itikad yang kuat, SS2 V7 Subsonic tetap dibuat dan hasilnya memuaskan. “Proses pengembangan teknologinya memperitimbangkan banyak hal. Terutama soal ketersediaan bahan baku. Perlu amunisi dan laras yang khusus agar saat ditembakan tak terdeteksi musuh,” ujarnya.

SS2 V7 Subsonic berhasil melewati tahapan-tahapan persyaratan untuk diklaim sebagai produk asli dalam negeri. Komarudin menyatakan, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) material senjata tersebut mencapai 62 persen, atau dua kali lipat di atas batas minimal yang ditetapkan Kementerian Perindiustrian. TKDN dari Kemenperin untuk sekitar 30 persen. “Semua senjata yang dipamerkan pada Hakteknas sekarang TKDN nya mencapai 50-62 persen,” ujarnya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/22/Pindad_SS3_with_Silencer.jpgSS3 produksi Pindad [Ijal Lubis]

Sebetulnya, PT Pindad juga memiliki senjata canggih lain, yakni SS3 yang sudah mendapat pengakuan dunia. Namun, SS3 urung dipamerkan karena keterbatasan bagasi dan jarak. Komarudin menuturkan, SS3 adalah jenis senapan serbu berhasil meraih beragam pengharagaan internasional. “Kami juga membawa tank Badak yang didesain khusus untuk pertempuran terbuka,” ujarnya.

Lokasi pameran Hakteknas ke-22 tahun ini dipusatkan di Gedung Ritech Expo Center of Indonesia, Makassar, 10-13 Agustus 2017. Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla meresmikan perehelatan tahunan yang digelar Kementeritan Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini dengan menekan tombol pelucur roket air. Selain PT Pindad, beberapa produsen teknologi lainnya seperti PT Dirgantara Indonesia juga turut memamerkan pesawat kebanggaan dalam negeri seperti N250.

Kalau dari sisi harga, Alutsista kami sangat kompetitif, bahkan jauh lebih murah ketimbang senjata buatan luar. Pindad harus terus mengembangkan produk yang mengikuti tren industri pertahanan. Juga mempertimbangkan kompetitor kami di luar negeri. Kami akan lebih maju jika diimbangi dengan pengembangan industri pendukung. Misalnya, industri yang memproduksi raw materialnya. Pindadnya berkembang, sedangkan industri pendukung tidak berkembang juga akan susah,” ujar Komarudin.

  Pikiran Rakyat  

Mengenal Rhan 450

Roket Balistik RI Berdaya Jelajah 150 KmRHAN 450, menjadi salah satu dari sekian jenis roket yang diproduksi anak bangsa yang terus dikembangkan kemampuannya. (Dok Kemenhan) ★

Indonesia tengah gencar memproduksi berbagai macam alutsista demi mewujudkan kemandirian bangsa. Salah satu alutsista yang tengah dikembangkan adalah roket balistik jarak jauh.

RHAN 450, menjadi salah satu dari sekian jenis roket yang diproduksi anak bangsa yang terus dikembangkan kemampuannya.

Roket balistik ini tengah dikembangkan Balitbang Kementerian Pertahanan dan Konsorsium Roket Nasional, yang terdiri dari PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero), PT Pindad (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dikutip Liputan6.com dari beberapa sumber, RHAN 450 pertama kali menjalani uji statis pada 21 Agustus 2014 yang berlangsung di Lapangan Sonda LAPAN, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Saat masa pengujian awal, RHAN 450 ini bernama RX-450. Roket ini akhirnya pertama kali diluncurkan dalam masa uji coba pertama pada Mei 2015 dengan jarak jelajah saat itu mencapai 100 kilometer, dan sukses.

Namun seiring pengembangannya, Konsorsium Roket Nasional menggandeng Lapan dalam meningkatkan kemampuan RX-450.

Terakhir, roket ini kembali diuji coba pada Desember 2016. Dalam uji coba itu, jarak jelajah roket ini meningkat menjadi 150 km. Uji coba saat itu RX-450 sudah berubah nama menjadi RHAN 450.

Dengan perubahan nama ini, berarti roket balistik ini sudah siap memasuki tahap produksi. Dengan demikian, RHAN 450 akan melengkapi produksi roket Indonesia lainnya seperti RHAN 122 yang memiliki jarak jelajah 40-50 km.

Selain berperan sebagai roket balistik untuk kepentingan militer, basis RHAN 450 juga direncanakan sebagai bagian dari roket bertingkat yang akan digunakan sebagai Roket Pengorbit Satelit (RPS).

RHAN 450 dapat membawa payload seberat 50 kg – 100 kg, bisa diartikan payload sebagai hulu ledak bila roket ini difungsikan alutsista artileri medan.

RHAN 450 adalah tipe roket balistik dengan panjang total 6.110 mm, panjang motor 4.459 mm, berat total 1.500 kg, berat muatan 100 kg, gaya dorong 12895 kg, dan menggunakan bahan bakar propelan komposit.

  Liputan 6  

Saturday, 12 August 2017

Republik Guinea Bissau Tertarik Alutsista Indonesia

Penandatanganan MoU antara Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Guinea Bissau (Foto:Kemhan)

M
enteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Republik Guinea Bissau, Eduardo Costa Sanha, di kantor Kementrian Pertahanan di Bissau, Republik Guinea Bissau, Senin (7/8).

Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas mengenai penjajagan penjualan alutsista produksi Indonesia, seperti kapal patroli lepas pantai atau Offshore Patrol Vessel (OPV) dari PT PAL Indonesia dan tank ringan Armoured Personal Carrier (APC) produksi PT Pindad.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjExLh80Gr_cwTNv7OMzWy21e3-9Um4viIywPN3_whbuNbNZNKv8fnLtXHMS4gm0Z0shcy3wfPhhZbUmLAXw_QJf7J8VSuJwh_GE_0WgZFCNlGtB5HyqVYJUobdDre4AQEyMSJ3dK4SLGE9/s1600/KRI+628+RAN.jpgKCR 60 produk PT PAL [TNI AL]

Seperti diketahui, OPV yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia merupakan kapal patroli lepas pantai multifungsi yang menangani tugas-tugas sipil seperti penanganan bajak laut, illegal fishing, penyelundupan, imigran gelap, penanganan kecelakaan dan atau tumpahan minyak, pengawasan perbatasan dan fungsi lainnya.

Sedangkan Tank Ringan buatan PT Pindad yang ditawarkan adalah kendaraan lapis baja ringan yang mampu mengangkut 10 prajurit dan mampu menjelajah medan perang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgULhSTZOsuRXW67-FPtrDAN3KK1LeX74F9hBnnPQRejSMi8QpPKIdV-rfBnYkoDfthT_G7u2CS2osjR4gOXMLl8uhi2kShCja0Qosuo_BCw6_atSBcUsXDr5PgeLwnj1nWKzFEPnABmgfV/s1600/Anoa+PBB+Konga.jpgAnoa APC produk Pindad [def.pk]

Dalam pertemuan ini juga dilaksanakan penandatanganan Nota kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Pertahanan Republik Guinea Bissau untuk meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara di bidang pertahanan keamanan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu juga mengadakan kunjungan kehormatan dengan Perdana Menteri Guinea Bissau, Umaro Sissoko Embalo di kantor Perdana Menteri Guinea Bissau.

  Rayapos  

Wednesday, 9 August 2017

Republik Indonesia dan Republik Guinea Bissau Sepakati Jalin Kerja Sama Pertahanan

Republik Indonesia menandatangani kesepatakan dengan Republik Guinea Bissau untuk menjalin kerja sama di bidang pertahanan. Kesempatan tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah Letter of Inttent (LoI) oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu dengan Menteri Pertahanan Republik Guinea Bissau Eduardo Casta Sanha.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Republik Guinea Bissau Jenderal Umaro Sissoko Embalo, Senin (7/8) di kantor Perdana Menteri Republik Guinea Bissau, Bissau. Melalui pendantanganan naskah LoI ini diharapkan kesepatakan kerja sama pertahanan yang telah resmi dijalin antara Republik Indonesia dan Republik Guinea Bissau segera ditindaklanjuti ke tingkat yang lebih mendalam dan konkrit.

Menhan RI mengatakan, guna menghadapi perkembangan geopolitik dan geostrategi baik global dan regional yang semakin kompleks, Indonesia menilai pentingnya untuk memperkuat hubungan hubungan kerja sama pertahanan dengan negara-negara sahabat seperti Republik Guinea Bissau.

Dengan telah ditandatanganinya kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Republik Guinea Bissau ini, Indonesia berharap dapat memperkuat kerja sama bilateral kedua negara berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan dan penghormatan penuh atas kedaulatan dan integritas territorial.

Selanjutnya, Menhan RI lebih lanjut menjelaskan sebagai langkah konkrit untuk menindaklajuti kesepakatan kerja sama ini, maka kedua negara melalui Kemhan dari masing –masing akan membentuk working group yang salah satunya membahas rencana kerja sama dalam pengadaan Autsista dari RI oleh Guinea Bissau.

Republik Indonesia dan Republik Guinea Bissau Sepakati Jalin Kerja Sama PertahananSementara itu Perdana Menteri Guinea Bissau mengungkapkan pihaknya menyambut gembira atas kesepakatan yang telah dicapai kedua negara untuk memperkuat kerja sama bilateral khususnya di bidang pertahanan. “Kami sangat gembira dan Pemerintah Guinea Bissau akan melakukan yang apa saja yang terbaik untuk kerja sama yang telah disepakati saat ini. Dan kita juga terbuka untuk membangun kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang”, ungkapnya.

Perdana Menteri Guinea Bissau juga menyampaikan apresiasi kepada Menhan RI karena kedatangannya ke Guinea Bissau tidak hanya bersama delegasi militer, tetapi juga dengan delegasi dari industri pertahanan Indonesia yang diakunya telah memiliki kapasitas dan kemampuan tidak diragukan lagi.

Setelah kesepakatan ini ditandatangani, pemerintah Guinea Bissau melalui Menhannya akan segera merespon dengan baik dengan berkunjung ke Jakarta guna membicarakan lebih lanjut peluang-peluang kerja sama pertahanan yang menguntungkan bagi kedua negara.

Turut mendampingi Menhan RI dalam kesempatan tersebut, sejumlah pejabat Kemhan antara lain Direktur Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan Dr. Sutrimo Sumarlan, Direktur Kerja Sama Internasional Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirkersin Ditjen Strahan) Kemhan Brigjen Rizerius Eko. Selain itu, Menhan RI juga didampingi pimpinan Industri Pertahanan Dalam Negeri yakni Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh dan Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose.

Sebelum penandatangan kesepatan kerja sama pertahanan tersebut, Menhan RI juga berkesempatan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Guinea Bissau dengan didampingi masing-masing delegasi guna membicarakan peluang – peluang dan upaya penjajakan kerja sama pertahanan kedua negara telah resmi dijalin oleh kedua negara. Sebelumnya Menhan RI juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Menhan Republik Guinea Bissau.

  ✈️ Jurnal Patroli  

Tuesday, 8 August 2017

3 BUMN Ini Sepakat Tingkatkan Penggunaan Komponen Lokal

3 BUMN MoU tingkatkan komponen dalam negeri (Foto: Ilyas/Liputan6.com)

PT Pindad (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Boma Bisma Indra (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai peningkatan penggunaan komponen dalam negeri dalam menghasilkan produk masing-masing perusahaan.

Penandatanganan ini langsung dilakukan oleh Direktur Utama Pindad Abraham Mose, Direktur Utama Barata Indonesia Silmy Karim, Direktur Utama BBI, Rahman Sadikin dan disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampoerno di kementerian BUMN.

Harry mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) mengenai kewajiban penggunaan komponen dalam negeri. Hal inilah yang nantinya akan menjadi acuan seluruh perusahaan di Indonesia, termasuk BUMN.

"Kita harapkan dengan adanya kerja sama ini, BUMN bisa langsung merespons aturan yang sedang disusun ini. Jadi nanti tinggal dijadikan tolak ukur, dan kita bisa segera menyesuaikan," kata Harry di Gedung kementerian BUMN, Senin (8/7/2017).

Harry mengungkapkan, dengan adanya sinergi antar tiga BUMN ini, diharapkan produksi masing-masing perusahaan bisa lebih efisien mencapai 50 persen. Dengan demikian, kualitas produk masing-masing BUMN juga akan meningkat.

Sementara di kesempatan yang sama, Direktur Utama Barata Indonesia, Silmy Karim menegaskan sebenarnya selama ini tiga BUMN tersebut sudah bekerja sama. Hanya saja, dalam pelaksanaannya masih kurang maksimal.

Dicontohkannya, dalam pengadaan komponen pembangkit listrik, Barata Indonesia menggandeng Boma Bisma Indra dalam pemenuhan komponennya. Sedangkan Barata juga kerja sama dengan Pindad dalam komponen mesin-mesin produksi amunisi.

"Jadi ini diformalkan, karena organisasi di bawah masing masing perusahaan, misal Pindad karyawan ada 4.000 menjadi culture untuk saling mengisi, fasilitas, pemasaran, dan semuanya. Ini juga ada kaitannya dengan fasilitas-fasilitas yang belum dimanfaatkan secara optimal," tegas Silmy.

Dalam hal fasiltas yang belum termanfaatkan, salah satunya seperti yang dialami oleh Boma Bisma Indra. "Kita yang jelas sangat mendukung mengingat produksi kita masih di bawah kapasitas, jadi ini akan memberikan peluang kerja baru," tambah Dirut Boma Bisma Indra.

Sedangkan Dirut Pindad juga mengaku apa yang sudah ditandatangani ini akan memberikan peluang peningkatan omzet perusahaan. "Kita sampai saat ini sudah dapatkan kontrak Rp 2,9 triliun dari target kontrak kita Rp 3,1 triliun," tutup dia.

Seperti diketahui, Barata Indonesai dan Boma Bisma Indra adalah BUMN Industri berat yang bergerak di bidang pengecoran, manufaktur peralatan Industri dan proyek-proyek konstruksi. Sedangkan Pindad adalah BUMN pertahanan yang selain memproduksi alutsista juga memiliki divisi yang menghasilkan mesin industri.

   Liputan 6  

Friday, 4 August 2017

PUPR Borong Ekskavator Buatan Pindad

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2017/08/04/34/1227073/pupr-borong-ekskavator-buatan-pindad-uxg.jpgEkskavator Buatan Pindad

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) borong 22 ekskavator buatan PT Pindad (Persero), Pindad Excava 200. Kontrak pembelian ekskavator bukanlah kali pertama, sebelumnya pada 2016 Kementerian PUPR pernah juga membeli ekskavator buatan Pindad sebanyak 57 unit.

"Tidak ada spesifikasi khusus, tapi Pindad Excava 200 untuk Kementerian PU Pera dibuat berwarna kuning, itu sesuai permintaan mereka," terang Dirut PT Pindad Abraham Mose dalam keterangan resminya, Jumat (4/8/2017).

Kesepakatan pembelian produk ekskavator buatan dalam negeri itu diteken oleh Direktur Produk Bisnis Industrial PT Pindad Bobby A. Sumardiyat dan PPK Bahan dan Peralatan Jembatan Direktorat Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU Pera Yana Astuti di Jakarta pada Kamis, (3/8).

Abraham Mose mengaku mengapresiasi dukungan dan kepercayaan Kementerian PUPR dalam menggunakan produk alat berat buatan dalam negeri. “Terimakasih atas kepercayaan dan dukungan Kementerian PUPR yang secara bertahap membeli Pindad Excava 200 di tengah banyaknya produk sejenis dari luar negeri," jelas dia.

Lebih lanjut Ia mengklaim, kualitas ekskavator buatan Pindad sangat baik, dapat diandalkan dan tidak kalah dengan produk buatan negara lain. Kelebihan ekskavator kelas 20 ton ini di antaranya telah menerapkan control system yang baik.

Dari sisi mesin, alat berat itu telah mempunyai spesifikasi engine lebih besar (127 kW), struktur lebih kokoh termasuk spesifikasi bucket untuk Heavy Duty dan digunakannya sistem floating pin yang biasanya hanya terdapat pada ekskavator kelas 40 ton ke atas.

Pindad Excava 200 ini telah mengantongi standar SNI dan juga telah ditayangkan di e-katalog LKPP untuk memudahkan proses pemesanan. "Produk kami ini telah melalui proses litbang, studi banding dan mengakomodir masukan dari pengguna serta telah dilakukan pengujian di area tambang," paparnya. (akr)

  sindonews  

Monday, 31 July 2017

Pindad Segera Pasarkan Tank Medium Tahun Depan

★ Dengan Kaliber 105 Milimeter MMWT FNSS- Pindad  [FNSS] ★

PT Pindad (Persero) siap memasarkan produk tank medium dengan laras kaliber 105 Milimeter hasil kerja sama dengan perusahaan Turki FNSS mulai 2018 mendatang.

Tahun ini first article selesai, sehingga pada 2018 bisa mulai dipasarkan. Untuk sementara, pembahasan tentang pesanan ada dari TNI. Mereka sudah melakukan beberapa kali pembahasan. Mereka akan mengganti beberapa tank,” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose di Kawasan PT Pindad, Kota Bandung, Senin (31/7/2017).

Kendati demikian, dia mengaku belum ada kepastian jumlah tank yang akan dipesan TNI. Namun, sebagai gambaran, kapasitas produksi tank medium oleh PT Pindad antara 15-20 unit per tahun. Khusus untuk TNI, Pindad mengaku akan melakukan penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan TNI.

Memang ada beberapa permintaan user yang belum bisa diakomodir karena masih pengembangan bersama. Tetapi setelah first article selesai, kami akan ubah ikuti permintaan TNI,” jelas dia.

Menurut dia, harga tank medium tersebut berada di bawah harga tank Leopard, namun setara dengan harga tank buatan Korea Selatan. Dengan harga tersebut, diharapkan bisa menyaingi pasar produk sejenis.

Abraham menjelaskan, tank medium tersebut memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya cocok untuk infanteri dan kavaleri. Tank dilengkapi dengan laras kaliber 105 mm buatan PT Pindad.

Mesin kita masih total beli dari luar negeri. Tapi kalau desain, part supporting, dan lainnya itu dari kami semua,” jelas dia. Total kandungan komponen lokal pada produk tersebut saat ini mencapai 40%. (pur)

  Sindonews  

Wednesday, 26 July 2017

Polisi Dipersenjatai Dengan Produk Pindad

Polantas dan Sabhara akan Dipersenjatai untuk Cegah TerorPistol G2 produk Pindad [Pindad] ★

K
apolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Polri siap mempersenjatai anggotanya dengan senjata api, terutama untuk para bintara yang bertugas langsung di lapangan.

"Terutama untuk bintara karena bintara ini yang berhadapan langsung. Makanya saya minta nanti pengadaan itu diletakkan di SPN (Sekolah Polisi Negara), tempat penggodokan para bintara," ujar Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/7).

Hal itu dilakukan sebagai tindakan preventif bagi anggota Polri yang tengah bertugas di lapangan, khususnya dari Lantas dan Sabhara, pasca maraknya penyerangan oleh pelaku terorisme.

"Tuntutan teman-teman di lapangan yakni yang di Lalu Lintas lalu Sabhara yang jadi korban kemarin (kasus terorisme) di Kampung Melayu misalnya. Atau di Tuban, polisi diserang oleh teroris, tetapi mereka tidak dilengkapi dengan alat bela diri yang cukup khususnya senjata api," ungkap Tito.

Namun, Tito belum merinci kepolisian daerah mana saja yang akan mendapat bantuan senjata. Namun, daerah yang kerap mendapat serangan teror akan menjadi prioritas.

"Di antaranya beberapa daerah yang ada di Jawa yang kita anggap di situ ada potensi serangan teror," jelas Tito.

Untuk pengadaan senjata, Tito menjelaskan, Polri sudah melakukan kontak dengan PT Pindad. "Minggu lalu direktur Pindad datang, kebetulan Wakapolri adalah komisaris. Jadi kita juga meminta mereka nanti untuk menjadi mitra kita dalam pengadaan kita ada budget untuk itu sekaligus juga untuk mendorong industri senjata dalam negeri," kata Tito.

Tito menjelaskan, nantinya Polri akan memberikan senjata laras pendek untuk anggotanya di lapangan. Tito meminta PT Pindad menyiapkan sekitar 10 ribu pucuk senjata laras pendek G2 untuk anggotanya. "Bukan senjata panjang, tapi senjata pendek untuk perorangan nantinya. Saya kemarin tanya kepada PT Pindad bisa mereka punya persediaan 5.000 (pucuk) tapi kita mintanya kalau bisa di atas 10.000 (pucuk) ya," ucap Tito.

  Kumparan