Frankenthal class of Germany [Lurssen Defence] ☆
Indonesia has revised funding allocations for the acquisition of two new mine-countermeasure vessels. A variant of the German Navy's Frankenthal class has been named as a frontrunner in the acquisition programme.
The Indonesian government has approved funds totalling USD204 million to replace the country's fleet of ageing Pulau Rengat (Tripartite)-class mine-countermeasure vessels (MCMVs), an industry source close to the Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut: TNI–AL) has confirmed to Jane's.
The funds, which will be drawn from the country's foreign defence credit programme, have been slightly reduced from the USD215 million that was initially approved in 2016.
Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Mulyadi (kedua kanan) mengamati skema pembangunan kapal saat pelaksanaan peletakan lunas (Keel Laying) kapal di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/8). Kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut dengan panjang sekitar 124 Meter dan lebar 21,8 Meter tersebut untuk memperkuat dan mendukung armada Republik Indonesia./Didik Suhartono/zk/17.(antara jatim) ★
PT PAL Indonesia mempercepat proses pengerjaan kapal perang pesanan TNI AL jenis "Landing Platform Dock" (LPD) dengan melakukan "keel laying" (peletakan lunas) lebih cepat dari rencana awal.
Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh di Surabaya, Senin mengatakan dengan percepatan proses peletakan lunas diharapkan proses pengiriman atau penyelesaian kapal kepada pemesan, yakni TNI AL juga lebih cepat pada Oktober 2018 dari target rencana 28 Desember 2018.
Ia mengatakan proses pelaksanaan peletakan lunas kapal saat ini telah melebihi persyaratan minimal yang ditetapkan regulasi MARPOL/SOLAS, dimana untuk tahapan itu disyaratkan berat blok minimal 50 ton atau setara 1 sampai 2 blok saja.
Namun, kata dia, pada saat ini PT PAL Indonesia sudah menyajikan 12 blok kapal sekaligus, atau setara dengan berat hingga 400 ton lebih.
Selain itu, kata Budiman, dari total 5 tahapan proses pembangunan kapal, untuk tahapan ke-2 dilakukan 4 bulan lebih awal dari rencana pada tanggal 28 Desember 2017.
Langkah percepatan, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi pemenuhan target proyek multi years yang sangat ketat, sebab pada akhir tahun 2017 harus mampu mencapai progres minimal yang ditetapkan sebesar 40 persen.
"Pencapaian progres pada akhir Juli 2017 sebesar 21,72 persen dari rencana 11,50 persen, atau surplus 10,22 persen, dan kami optimistis dapat memenuhi target akhir tahun yang telah ditetapkan," katanya.
Penandatanganan MoU antara Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Guinea Bissau (Foto:Kemhan)
Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Republik Guinea Bissau, Eduardo Costa Sanha, di kantor Kementrian Pertahanan di Bissau, Republik Guinea Bissau, Senin (7/8).
Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas mengenai penjajagan penjualan alutsista produksi Indonesia, seperti kapal patroli lepas pantai atau Offshore Patrol Vessel (OPV) dari PT PAL Indonesia dan tank ringan Armoured Personal Carrier (APC) produksi PT Pindad.
KCR 60 produk PT PAL [TNI AL]
Seperti diketahui, OPV yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia merupakan kapal patroli lepas pantai multifungsi yang menangani tugas-tugas sipil seperti penanganan bajak laut, illegal fishing, penyelundupan, imigran gelap, penanganan kecelakaan dan atau tumpahan minyak, pengawasan perbatasan dan fungsi lainnya.
Sedangkan Tank Ringan buatan PT Pindad yang ditawarkan adalah kendaraan lapis baja ringan yang mampu mengangkut 10 prajurit dan mampu menjelajah medan perang.
Anoa APC produk Pindad [def.pk]
Dalam pertemuan ini juga dilaksanakan penandatanganan Nota kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Pertahanan Republik Guinea Bissau untuk meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara di bidang pertahanan keamanan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu juga mengadakan kunjungan kehormatan dengan Perdana Menteri Guinea Bissau, Umaro Sissoko Embalo di kantor Perdana Menteri Guinea Bissau. ♘ Rayapos
Dok. Pembangunan Kapal Induk Perambuan KN Sibaru Baru [FB : PT Caputra Mitra Sejati] ✮
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan meluncurkan satu unit Kapal Induk Perambuan yaitu KN Kalian di Galangan Kapal PT Caputra Mitra Sejati, Serang, Banten untuk mendukung tugas kenavigasian dalam keselamatan pelayaran.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut A Tonny Budiono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan Kapal KN Kalian merupakan salah satu dari dua unit Kapal Induk Perambuan pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dibangun di galangan kapal PT Caputra Mitra Sejati, di mana satu kapal lainnya, yaitu KN Sibaru-Baru telah terlebih dahulu diluncurkan pada 12 Juli 2017 yang lalu.
Menurt dia pembangunan kapal-kapal navigasi yang dilakukan oleh Pemerintah merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara maritim sekaligus menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan untuk menjamin keselamatan pelayaran melalui penyelenggaraan kenavigasian di seluruh wilayah perairan Indonesia.
"Pembangunan dua unit Kapal Induk Perambuan ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan jumlah armada kapal Negara kenavigasian di Indonesia," katanya.
Dia menjelaskan Kapal Induk Perambuan tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam melaksanakan tugas pemasangan dan pengangkutan Sarana Bantu Navigasi Perhubungan (SBNP) serta mengantar giliran tugas penjaga menara suar dan distribusi perbekalan.
"Kapal-kapal Negara yang telah kita bangun harus dijaga dan dirawat dengan baik agar kondisi teknisnya terus terjaga sehingga dapat diandalkan ketika menjalankan tugas kenavigasian," katanya.
Dia juga mengapresiasi kepada segenap jajaran PT Caputra Mitra Sejati yang telah menyelesaikan pembangunan dua unit Kapal Induk Perambuan sesuai dengan jadwal waktu pelaksanaan yang telah disepakati.
Dirjen Tonny meminta agar Galangan Kapal PT Caputra Mitra Sejati selalu mengikuti prosedur dan mengutamakan aspek keselamatan serta memperhatikan kualitas dan mutu dalam membangun kapal.
"Dengan rampungnya pembangunan kedua kapal navigasi ini, diharapkan dapat semakin memperkuat armada kapal Negara kenavigasian milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta dapat meningkatkan keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) demi mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia," ujarnya.
KN Kalian rencananya dioperasikan dan dipangkalkan pada Distrik Navigasi Kelas II Palembang, sedangkan KN Sibaru-Baru akan dipangkalkan pada Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayur Sumatera Barat.
Adapun pembangunan dua unit Kapal Induk Perambuan ini menggunakan anggaran APBN senilai Rp246,2. iliar dan memiliki spesifikasi panjang 62 meter, lebar 12 meter, tinggi 4,7 meter, kecepatan 12 Knot, dan jarak jelajah kapal 4000 Nautical Mile.
Kapal plat datar dikerjakan di PT IKI, Makassar, 6/8/2017 (PT IKI Persero) ★
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meninjau persiapan kapal plat datar yang akan diluncurkan pada puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-22 yang dipusatkan di Kota Makassar 10 Agustus 2017.
"Ini adalah pengerjaan kapal plat datar dan harapannya adalah pekerjaannya menjadi lebih singkat di mana kapal ini adalah inovasi dari satu perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia," tutur Mohammad Nasir saat mengunjungi PT Industri Kapal Indonesia(IKI) di Makassar, Minggu.
Menristekdikti mengaku senang dengan pekerjaan yang dilakukan PT IKI yang terus mengejar target diselesaikannya kapal plat datar untuk diluncurkam Presiden Joko Widodo saat Hakteknas.
Kapal itu nanti dirakit untuk nelayan di bawah koordinasi Universitas Hasanudin, Makassar.
Namun, inovasi kapal plat datar diharapkan tidak hanya untuk nelayan, melainkan juga untuk angkutan penumpang seperti angkutan antarpulau.
Kemristekdikti menyiapkan kapal plat datar angkutan orang, sementara untuk angkutan barang, Menteri Nasir mendorong PT IKI untuk mengembangkannya.
"Sekaligus jika nanti digunakan Polisi untuk kapal patroli, kami juga akan kembangkan yang daripada ini nanti tentang mengatur kecepatan," kata Menristekdikti.
Hakteknas 2017 berorientasi pada kemaritiman dan kapal plat datar menjadi salah satu inovasi yang akan diluncurkan dalam kegiatan itu.
Kapal yang juga dikenal dengan nama kapal katamaran itu, kata dia, dapat memecah gelombang dari depan, selanjutnya terowongan bawah kapal akan menggerakkan baling-baling di belakang secara otomatis dan mempercepat putaran kipas di belakang.
"Selama ini mungkin kita melihat kapal itu bentuknya V, ini adalah bentuknya tidak V lagi, seperti W tetapi dibalik," kata Menteri Nasir.
Sea Trial di Selat Sunda
Kapal Geomarin III berlabuh di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (6/8). Kapal dengan panjang 61,70 meter itu dilengkapi dengan peralatan geologi, geofisika, dan hidrografi untuk mendukung tugas survei pemetaan geologi kelautan serta inventarisasi sumber daya energi dan mineral. [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya] ☆
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM tengah menyiapkan kapal berteknologi canggih untuk memetakan potensi energi yang tersimpan di perairan laut Indonesia.
"Data seismikitu, akan ditawarkan kepada kontraktor kontrak kerja sama (K3S) sebagai indikasi awal pelelangan wilayah karya yang akan diajukan, panjang kabel seismik aja ditambah hingga 6.000 meter," kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial, dalam uji coba Kapal Riset Geomarin III, di Selat Sunda, Minggu.
Kapal Riset Geomarin III yang saat ini masih memiliki kabel seismik sepanjang 700 meter, merupakan satu-satunya kapal yang dimiliki Indonesia yang mampu memetakan potensi dasar laut melalui survei seismik.
Saat ini Kapal Riset Geomarin III dapat memberikan gambaran potensi gas dan minyak ataupun kandungan mineral dengan tampilan dua dimensi.
"Dua dimensi sudah bagus, tapi belum cukup, karena standard untuk kepentingan migas adalah tiga dimensi, sehingga investor lebih tertarik serta dapat gambaran lokasi secara detail," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM, FX Sutijastoto, mengatakan, untuk meningkatkan kemampuan Kapal Riset Geomarin III ditargetkan bisa dilakukan hingga akhir 2017.
"Saat ini sedang ditingkatkan kemampuannya, dan hal tersebut membutuhkan investasi sebanyak Rp 70 miliar," kata Sutijastoto.
Selain itu, jika ingin meningkatkan secara keseluruhan untuk memberikan data detail pemetaan migas di lautan Indonesia, dibutuhkan nilai investasinya sebesar Rp 300 miliar agar kapal seismik Indonesia memiliki kemampuan pemetaan berstandard internasional.
Selama ini investor jika ingin ikut lelang sebagai operator wilayah karya selalu menggunakan pihak ketiga untuk mendapatkan data identifikasi. Sedangkan saat ini Kementerian ESDM sudah memiliki Kapal Riset Geomarin III yang mampu memberikan data survei tersebut.
Hal ini dimaksudkan agar data dapat dimiliki Indonesia secara langsung tanpa diketahui pihak ketiga yang disewa investor, sehingga KKKS atau investor dapat memanfaatkan data tersebut secara resmi melalui Kementerian ESDM sebagai paket lelang wilayah karya.
Indonesia wilayah timur masih memiliki banyak titik buta yang belum terpetakan potensi laut dalamnya.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL), Badan Litbang Kementerian ESDM, Minggu (6/8), melaksanakan uji coba Kapal Riset Geomarin III, di Selat Sunda.
Sea trial ini merupakan persiapan pelaksanaan penelitian identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan wilayah kerja (WK) minyak dan gas Bumi di perairan Arafura, Papua, dan konversi energi tenaga temperatur gelombang laut (OTEC) di perairan Lembata, NTT.
Pada Sea Trial ini, dilakukan juga uji coba peralatan survei yang digunakan untuk pengambilan data geologi dan geofisika kelautan.